Dewasa ini, hampir semua perusahaan menggunakan Phsicology Test/Tes Psikologi atau psikotes/psikotest sebagai bagian dalam tahapan penerimaan calon pegawai. Keunikan dari tes ini adalah pada “ketidakpastiannya”. Mengapa? Karena faktor ini dapat memutarbalikan perhitungan logis potensi seseorang. Sebagai contoh, seseorang lulusan perguruan tinggi terbaik di negeri ini dengan IPK : 3 koma dan berpengalaman sebagai asisten dosen, tidak dapat lolos dari lobang jarum ujian psikotes sehingga akhirnya harus berwirausaha karena belum pernah mampu melewati psikotes untuk diterima bekerja di sebuah perusahaan. Memang ini ironi, namun ini fakta. Psikotes memang merupakan fenomena tersendiri bagi para pelamar kerja. Penulis juga pernah menghadapi hal serupa, untuk kemudian harus bangkit melalui proses “learning by doing”. Penulis bukan seorang psikiater maupun phsicology tester, namun beberapa tips yang akan di-share berikut ini, berdasarkan pengalaman penulis ketika menghadapi psikotes, diharapkan mampu membantu mengurangi kegagalan psikotes Anda: Read more
Sep
29th
Sep
12th
Bank merupakan perusahaan dengan karakteristik khusus, karena aset paling besar yang dimiliki oleh sebuah Bank adalah Sumber Daya Manusia-nya. Karena Bank dengan aset milyar-an bahkan trilyun-an rupiah akan tidak berarti tanpa sumber daya manusia yang berkualitas dan jujur. Untuk itu dalam perekrutan calon pegawai, Bank sangat ketat melakukan proses seleksi. Berikut ini Tipsanda akan menguraikan Tips untuk lolos seleksi masuk kerja di Bank, tahap demi tahap : Read more


