Percayakah Anda bahwa makan bersama seseorang bisa mengubah hubungan Anda dengannya untuk selamanya? Berawal dari makan selama 1 jam, sebuah kesan akan terbentuk. Mungkin dari suka bertambah suka, atau sebaliknya. Teori ini tidak hanya berlaku buat Anda yang sedang berkencan dengan kekasih, tetapi juga dalam dunia kerja dan dunia bisnis. ‘Ratu lunch Meeting’, Robin Jay, penulis buku The Art of Business Lunch, yang juga praktisi periklanan asal las Vegas, Amerika Serika, konon telah melakukan lebih dari 3.000 kali lunch meting dengan ribuan klien. Pertemuan tersebut telah mendongkrak angka penjualan perusahaannya hingga lebih dar 2.000 persen. Agar sukses mencapai kesepakatan dalam jamuan makan siang ini, berikut ini akan dijelaskan hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum mengundang atau hadir dalam sebuah acara lunch meeting:

1. Apakah Agendanya? Agenda pembicaraan dalam lunch meeting tidak terbatas. Mulai dari negosiasi, jual beli, perkenalan tim, penjelasan produk, pembicaraan mengenai prospek bisnis, menggali kebutuhan klien, pengambilan keputusan sampai wawancara kerja.

2. Lebih Kasual, Lebih Akrab. Suasana meeting yang lebih kasual juga membuka kesempatan untuk mengenal seseorang lebih jauh. Menurut Robin, banyak orang senang hadir dalam lunch meeting, karena mereka seperti punya waktu untuk lepas sejenak dari rutinitas di belakang meja. Rapat di luar kantor juga meminimalkan ‘gangguan’ dari berbagai urusan yang setiap saat bisa muncul.

3. Etika Mengundang. Lunch Meeting biasanya lebih informal. Jadi, umumnya undangan dilakukan melalui telepon. Ada baiknya mengecek terlebih dulu apaah klien merasa nyaman dengan format lunch meeting. Ada orang yang kurang nyaman, bila terlalu banyak ngobrol dengan orang baru. Beberapa perusahaan secara tegas juga tidak memperkenankan rekan bisnis menraktir makan siang.

4. Di mana? Macet adalah problem yang sulit dihindarkan. Daripada lelah karena terjebak kemacetan dan bertemu klien dalam keadaan lecek, dan terlambat, lebih baik membuat janji pertemuan di lokasi yang ‘aman’. Konsultasikan beberapa alternative tempat kepada klien. Perhatikan karakteristiknya. Misalnya, apakah ia vegetarian, atau alergi terhadap jenis makanan tertentu. Hindari tempat yang berisik dan bisa mengganggu diksusi. Restoran yang Anda pilih tidak hanya merefleksikan karakter dan kepribadian Anda, tetapi juga perusahaan Anda. Pilihlah tempat yang pelayanannya bagus dan harganya sesuai.

5. Siapa Yang Bisa Ikut Serta? Anda tak ingin menimbulkan kesan, datang hanya untuk makan bukan? Pastikan hanya orang-orang yang terlibat dalam agenda meeting yang hadir bersama Anda. Perhatikan juga siapa saja dari pihak klien yang ikut, jadi setiap hal bisa dibahas oleh orang-orang  yang kompeten dari keuda belah pihak. Jumlah peserta idealnya tidak lebih dari 6-8 orang , supaya suasana meeting tetap terjaga.

6. Makan atau Meeting Dulu? Jika pertemuan dilakukan pada pukul 10 atau 11 maka meeting dilakukan terlebih dahulu, baru kemudian makan. Kalau pertemuan dilakukan pukul 12, ajaklah klien untuk makan terlebih dahulu, dilanjutkan dengan meeting. Tetaplah berpegang pada waktu. Aktifitas Makan terlalu lama bisa membuat antusiasme pertemuan menjadi berkurang.

7. Apa dress code-nya? Bagaimana bila karyawan perusahan advertising yang bergaya kasual dan trendi bertemu dengan pegawai bank yang formal dan konservatif? Tak perlu repot dengan pakaian, yang penting penampilan Anda sopan dan tidak terlalu menarik perhatian. Menyesuaikan pakaian dengan pihak klien sebagai upaya menghargai mereka, sekaligus cara agar Anda merasa percaya diri berhadapan dengan mereka , tentunya baik. Tetapi, beda kultur perusahaan dan beda gaya busana adalah hal yang wajar dan biasanya cukup dipahami oleh kedua belah pihak.

8. Etika Jamuan Makan. Pengundang tentunya diharapkan lebih berinisiatif untuk menawarkan makanan dan minuman kepada tamunya. Ingat, Anda tidak boleh kelihatan pelit, misalnya hanya memesan minuman saja. Lunch meeting berarti ada hindangan utama, makanan pembuka dan penutup. Berhentilah makan, saat sudah selesai makan.

Sumber



Related Post


  • Tips Menjadi Pegawai Berharga Tak Tergantikan
  • Tips Menjadi Team Player Yang Baik
  • Tips Cerdas Strategi Bertahan Dalam Dunia Usaha
  • Tips Aman Belanja Obat di Internet
  • Tips Menghasilkan Uang Dari Internet

  • Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari Tipsanda.com?
    Daftarkan e-mail Anda di bawah ini dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

    Delivered by FeedBurner