Jangan langsung panik ketika anak menderita Demam karena tak selamanya demam itu berbahaya. Dari studi yang dilakukan peniliti dari The John Hopkins Bayview Medical Center, Baltimore, Amerika Serikat, dieroleh data 91% orang tua khawatir demam berbahaya bagi anak mereka. Lalu bagaimana sebaiknya bila anak terserang demam? “Demam sebenarnya bukan penyakit, melainkan tanda bahwa system kekebalan tubuh tengah berperang melawan infeksi,” jelas Lynn Smitherman, M.D., asisten professor ilmu kedokteran anak di Wayne State University, Amerika Serikat. Jadi, saat bakteri menyerang tubuh, sel darah putih datang untuk menyelaatkan tubuh dengan cara memproduksi interleukin (hormone yang membuat suhu tubuh meningkat). Suhu tubuh yang meningkat inilah yang membantu membunuh kuman-kuman yang telah membuat si kecil sakit. Demam yang dialami anak balita usia 3-5 tahun ini biasanya disebabkan infeksi tenggorokan, radang telinga, campak, cacar air dan gangguan lainnya. Namun, dapat pula disebabkan karena gangguan meningitis atau ensefalitis. Bagaimana menanganinya? Berikut ini tips tepat bagaimana cara menangani deman pada anak:

1. Mengukur Suhu Tubuh. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengukur suhu tubuh si kecil, menggunakan thermometer, yang cocok/sesuai dengan usianya.:1) Untuk bayi baru lahir hingga usia 2 tahun. Pilihan pertama adalah thermometer yang digunakan melalui anus dan piliha kedua adalah thermometer yang digunakan melalui ketiak; 2) Untuk anak usia 2-5 tahun. Pilhan pertama adalah Thermometer yang digunakan melalui anus dan pilihan kedua adalah thermometer yang digunakan melalui telinga; 3) Untuk anak usia lebih dari 5 tahun, pilihan pertama adalah themermoter yang digunakan melalui mulut dan pilihan kedua adalah thermometer yang digunakan melalui ketiak.

2. Pastikan Anak Banyak Minum. Demam berkepanjangan bisa menyebabkan dehidrasi. Jadi, tetaplah menyusui atau memberikannya susu formula. Boleh juga memberikan minuman berelektrolit jika anak sudah besar.

3. Lap tubuhnya Dengan Spons Basah yang Hangat. Cara ini terbukti dapat membantu menurunkan demam si kecil. Jangan gunakan air dingin atau es batu untu membasuh tubuhnya. Selain itu, jangan menggosok tubuhnya dengan alcohol.

4. Bantu Dia Agar Merasa Nyaman. Jangan memberikan baju tebal pada anak atau menutup tubuh si kecil dengan selimut berlapis-lapis. Lebih baik gunakan saja baju tipis yang lebih mudah menyerap keringat.

5. Berikan Obat Penurun Panas. Jika Anda khawatir dengan demam si kecil, Anda diperbolehkan menggunakan obat penurun panas yang memang biasa diberikan dokter pada anak Anda. Bisa juga menggunakan resep tradisional dengan membalurkan bawang merah yang sudah ditumbuk kasar dan dicampur dengan minyak telon ke seluruh tubuh si kecil.

Lalu, demam seperti apa yang harus Anda waspadai? “Suhu tubuh yang tinggi tidak selalu berarti bahwapenyakit anak cukup parah. Yang bisa dijadikan pedoman adalah bagaimana tingkah lakunya,” papar Anne Thiele, M.D., asisten professor kedokteran anak di University of Alabama School of Medicine. Jadi bila bayi atau anak Anda tampak tidak terlalu rewel dan masih mau makan, maka tidak perlu terlalu mengkhawatirkan demam tersebut. Namun, bila ada tanda-tanda berikut ini, segeralah untuk membawa si kecil ke dokter:

1. Anak terlihat lemah, lesu dan tak bergairah

2. Tidak mau makan dan minum.

3. Si kecil berusia kurang dari enam bulan

4. Demam dengan suhu lebih dari 39 derajad celcius

5. Demam selama lebih dari 48 jam

6. Rewel dan menangis terus

7. Terlihat sangat mengantuk atau bahkan tidak merespon sama sekali

8. Muncul ruam atau bintik-bintik merah

9. Demam disertai kejang, muntah, atau batuk yang parah.

10. Anak sulit bernafas atau detak jantungnya amat cepat.

11. Menggigil. Bibir, telapak tangan dan kaki terlihat membiru.

12. Demam disertai sakit kepala parah atu nyeri perut.



Related Post


  • Tips Mengatasi Demam Pada Anak
  • Tips Mencegah/Mengatasi Keracunan Pada Anak
  • Tips Mengenal 6 Alasan Batuk Anak Tak Boleh Disepelekan
  • Tips Mengenal Gejala Flu Babi Pada Anak/Bayi
  • Tips Mengenal Kesalahan Pada Orang Tua Baru

  • Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari Tipsanda.com?
    Daftarkan e-mail Anda di bawah ini dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

    Delivered by FeedBurner