Dibanding program-program diet lainnya yang sangat memusuhi lemak, diet rendah karbohidrat terkesan lebih ‘longgar’ dalam menata pola makanan. Para pelakunya tetap diperbolehkan mengonsumsi daging, keju, mentega, atau sumber lemak lainnya. Namun, penganut diet ini harus menghapus bahan makanan yang masuk golongan karbohidrat seperti nasi, jagung , kentang, umbi-umbian dan sejenisnya, dari daftar menu sehari-hari. Berat badan memang bisa turun dalam hitungan minggu. Walau begitu ada setumpuk risiko yang perlu diantisipasi. Turunnya berat badan secara cepat dan instant ini disebabkan karena hal-hal berikut ini:

1. Tingginya asupan protein akan meningkatkan frekuensi air seni, untuk membuang kelebihan keton (hasil dari pemecahan lemak dan protein) yang menyebabkan tubuh banyak kehilangan air. Akibatnya, berat badan turun dalam waktu singkat. Minimnya asupan karbohidrat juga memungkinkan tubuh untuk mengolah glikogen menjadi sumber energi. Dengan kata lain tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi

2. Pembatasan asupan karbohidrat menyebabkan jumlah kalori yang masuk hanya dari protein dan lemak. Hilangnya satu golongan sumber zat gizi saja (dalam hal ini karbohidrat), dapat menurunkan kalori yang masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, kalori yang masuk hanya sekitar 2000 kalori per-hari (kebutuhan kalori orang dewasa 2250-3000 per hari)

Susutnya berat badan secara cepat dan instant, serta tidak seimbangnya asupan zat gizi yang masuk, tak dapat dipungkiri, dapat menimbulkan beberapa risiko yang tidak dapat diabaikan. Menurut Dr. Kevin C. Maki dari Radian Researh, Chicago, AS, risiko dari diet ini adalah:

1.Rentan Dehidrasi. Minimnya asupan karbohidrat membuat tubh mengunakan sumber energi lainnya yaitu cadangan protein dan lemak. Pemecahan lemak dan protein yang menghasilkan keton yang berkumpul dalam darah sehingga darah menjadi asam yang disebut ketonacidosis (kelebihan keton dalam darah). Kelebihan ini akan dikeluarkan lewat air seni. Dampaknya, tubuh menjadi sangat lemah, dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh), serta kerusaan pada hati dan ginjal yang dipaksa kerja keras, bahkan dapat menimbulkan kembatian akibat gangguan ritme jantung yang tidak tratur. Kondisi ini akan menurunkan stamina tubuh dan aktivitas fisik terganggu. Satu hal lagi dampak ketoacidosis adalah aroma tubuh yang tidak sedap.

2. Tekanan Darah Tinggi. Kebiasaan mengonsumsi daging yang kaya lemak jenuh dalam jangka waktu lama akan berdampak pada kesehatan arteri. Hal ini akan memancing timbulnya tekanan darah tinggi, penuaan pada pembuluh arteri, serangan jantung, stroke dan kolesterol tinggi.

3. Berat Badan Naik Turun. Untuk jangka pendek, risiko dari diet model ini biasanya tidak tampak. Tetapi jika dilakukan dalam jangka waktu panjang, diet ini dapat mengubah pola makan secara menyeluruh. Dan, metabolism tubuh pun akan beradaptasi dengan asupan karbohidrat yang minim. Jika Anda memutuskan untuk berhenti dari diet model ini dan kembali pada pola makan sebelum diet, maka Anda pun akan sulit mengendalikan berat badan. Berat badan Anda akan naik turun seperti yoyo (yo yo syndrome)

4. Konstipasi dan Kanker Kolon. Diet ini minim asupan serat dan lemak tak jenuh, sehingga cenderung menumbulkan konstipasi (sebah) yang selanjutnya akan mempertinggi risiko kanker kolon. Selain itu cenderung menimbulkan kekurangan asupan zat gizi kaena asupan makanan yang tidak beragam seperti asupan buah-buahan, sayuran, ikan, kacang-kacangan dan kalsium.

Melihat dampak-dampak yang ditimbulkan dari diet rendah karbohidrat tersebut, maka untuk mengurangi risiko dampak negative yang ditimbulkan tersebut, perlu dilakukan modifikasi program diet tersebut, yakni dengan melakukan hal-hal berikut ini:

1. Makanlah ikan, kacang kedelai dan hasil olahannya, kacang-kacangan, dan minyak zaitu sebagai sumber asupan protein dan lemak tak jenuh tunggal dan ganda.

2. Hindari lemak jenuh (satured fat). Ganti asupan daging, krim dan mentega dengan kacang-kacangan, ikan dan minyak zaitun.

3. Tingkatkan asupan buah-buahan sebagai sumber kanrbohidrat seperti apel, pisang, manga, jeruk, pir dan jambu dalam menu harian Anda.

4. Bila perlu tambah asupan zat gizi tertentu seperti serat, mineral dan vitamin lainnya.



Related Post


  • Tips Mengenali 5 Diet Terlarang Bagi Tubuh
  • Tips Diet Langsing Dengan Sarapan Cepat dan Sehat
  • Tips Ringan Memilih Makanan dan Minuman Diet
  • Tips Bergaya Busana Agar Berpenampilan Langsing
  • Tips Cerdik ‘Menipu’ Tubuh Agar Tidak Mudah Lapar

  • Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari Tipsanda.com?
    Daftarkan e-mail Anda di bawah ini dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

    Delivered by FeedBurner