Urutan kelahiran terkadang menjadi patokan untuk menentukan siapa yang lebih dulu menikah. Masalanya, jika Anda sudah siap berumah tangga sementara kakak tercinta masih betah ‘bersolo karir’, maka mau tak mau Anda mesti melangkahinya melajua ke pelaminan. Di beberapa adat di daerah di nusantara ini, seperti Jawa, Sunda, Batak atau Sumatra Barat, ada beberapa ‘ganti rugi’ atau ‘upeti’ yang harus diserahkan adik kepada kakaknya. Namun, agar langkah Anda semakin mulus, pertimbangkan pula hal-hal berikut ini:

1. Doa Restu. Keputusan untuk menikah tentunya tidak datang secra mendadak. Dalam arti, Anda dan pasangan mestinya memiliki waktu sekian lama untuk mempertimbangkan keputusan tersebut, sebelum akhirnya menetapkan tanggal. Jika mungkin, libatkan kakak Anda dalam proses pengambilan keputusan untuk menikah. Jajaki pendapatnya apabila Anda lebih dulu menikah dibandignkan dirinya. Diskusikan pula hal ini dengan orang tua dan saudara yang lain. Utarakan hal-hal yang mendasari keputusan Anda dan mintalah pengertan dari pihak keluarga. Meskipun keputusan untuk menikah sudah bulat, dengarkan pendapat kakak Anda dan jangan bersikap keras kepala dengan menuntut ia harus bersedia dilangkahi. Ketimbang memaksa, intalah doa restu darinya supaya pernikahan Anda berjalan lancar.

2. Hadapi Lingkungan. Menurut Roslina Verauli, M.Psi., psikolog dari RS Pondok Indah Jakarta, saat ini menikah lebih dulu dari saudara yang lebih tua bukan lagi hal yang luar biasa. “Yang dilangkahi juga biasanya sudah tidak menganggap hal ini sebagai masalah besar. Namun seringkali keruwetan justru datang dari lingkungan. Image buruk kerap melekat pada diri seseorang yang dilangkahi. Pasalnya, ada stigma bahwa kakak yang ditinggal kawin adiknya, akan sulit jodoh,” ujarnya. Komentar bernada miring yang datang terus menerus dari lingkungan bisa membuat seseorang merasa tertekan. Jadi, meski kakak Anda merasa fine-fine saja bila adiknya menikan duluan, lam-lama ia bisa kewalahan juga menghadapi lingkungan yang menuntutnya segera menikah pula. “Makanya, dampini kaka Anda dan bantu dia menghindari komentar yang bisa menjatuhkan dirinya di mata lingkungan,” lanjut Verauli.

3. Tanya Keinginannya. Di beberapa daerah, ada tradisi untuk menyerahkan tanda mata kepada sang kakak yang akan didahului menikah. Meski Anda tidak fanatic pada adat, tak ada salahnya memberika semacam kenang-kenangan kepada kakak Anda. Ktakanlah hadiah itu merupakan tanda cinta sekaligus ucapan terima kasih atas dukungan dan pengertiannya terhadap pernikahan Anda. Supaya sesuai keinginan, tanyakan dulu barang apa yang diinginkannya. Jika mampu, tak ada salahnya memenuhi permintaannya. Sesekali ‘menyogok’ untuk menyenangkan hati kakak, boleh juga kan? Tenang saja, biasanya seorang kakak cukup pengertian dan tidak akan membuat Anda dan calon suami bangkrut sebelum menikah.

4. Ajak Terlibat. Setelah mendapatkan persetujuan dari kakak, libatkan ia dalam merencanakan upacara pernikahan. Misalnya, dengan membantu memilih kartu undangan, ikut mencicipi makanan dan menentukan menu catering, seta menemani survey lokasi acra. Tularkan aura bahagia yang Anda rasakan kepadanya, sehingga ia juga turut bersemangat menyambut pernikahan Anda. Dengan ikut terlibat mengurusi salah satu momen terpenting dalam kehidupan Anda, kakak Anda juga akan merasa menempati posisi penting dan menjadi bagian dalam kehidupan adiknya.

5. Resepsi Sederhana. Resepsi pernikahan yang sederhana bisa meredam kesedihan yang mungkin dirasakan kakak Anda arena ditinggal menikah. Selain itu, banyak untungnya juga kok, merayakan pernikahan secara bersahaja. Biaya yang keluar lebih sedikit. Anda bisa memanfaatkan unuk keperluan lain pasca resepsi.

6. Mak Comblang. Akad nikah dan resepsi pernikahan biasnaya banyak melibatkan jumlah personel, baik yang datang dari pihak keluarga besar maupun rekan sejawat. Saat itu pula biasanya perhatian orang ‘sejagat’ akan tertuju pada diri pasangan pengantin dan keluarga intinya. Berita tentang pasangan pengantin yang melangkahi kakanya pasti sudah beredar santer di antara para tamu undangan yang terbilang kerabat dekat. Bila kaka Anda belum punya gandengan tetap, bantulah ia menyelamatkan diri dari ‘sasaran tembak’ para penggosip iseng dengan mencarikannya partner kencan untuk menghadiri resepsi pernikahan Anda. Siapa tahu, kencan singkat tersebut berlanjut menjadi hubungan yang lebih serius dan pada akhirnya kaka Anda bisa menyusul ke penghulu.

7. Jangan Pamer. Status pengantin baru bukan alasan Anda boleh mengabaikan perasaan saudara yang ditinggal menikah. Tunjukkan empati dengancara tidak mengumbar kemesraan ketika berada didekatnya. Jangan kesal dulu, hal ini hanya untuk sementara saja kok, sekedar sampai pernikahan Anda lenyap gaungnya. Setelahnya, Anda bisa bebas mengekspresikan kasih saying kepada pasangan tercinta. Ada baiknya pula untuk tinggal terpisah dari orangtua setelah menikah, untuk menjaga perasaan kakak Anda. Bukan hanya itu, tinggal terpisah juga penting bagi kemandirian berdua.

8. Orang Ketiga. Segala langkah dan bujukan sudah dilakukan, namun kaka tersayang tetap enggan dilangkahi? Mungkin Anda perlu bantuan orang ketiga. Bisa dari pihak keluarga besar mapun sahabat dekat kakak Anda. Mintalah pertolongan mereka untuk member pengertian kepada kakak Anda, bahwa meski Anda menikah duluan, ia tetap masih berpeluang menemukan kebahagian. Tekakan bahwa pernikahan bukanlah ajang kompetisi untuk menentukan siapa yang lebih unggul dibandingkan saudaranya.



Related Post


  • Tips Mengenal 10 Alasan Terburuk Untuk Menikah
  • Tips Mengatasi Keraguan Saat Diajak Menikah
  • Tips Bijaksana Mengatasi Rahasia Sisi Gelap Pacar
  • Tips Mengenal Kelemahan Pernikahan Dini
  • Tips Bersikap Tegar Ketika Si Dia Pamit Menikah

  • Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari Tipsanda.com?
    Daftarkan e-mail Anda di bawah ini dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

    Delivered by FeedBurner