Mar
29th

Semua orang tahu jika mencari kerja bukan merupakan hal yang mudah. Bahkan ada seorang fresh graduate yang menunggu hingga beberapa tahun untuk memperoleh pekerjaan. Hal ini disebabkan karena jumlah pencari kerja jauh lebih banyak daripada lapangan kerja yang tersedia. Bahkan banyak para pencari kerja memasukan lamarannya untuk lowongan kerja yang tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari di bangku kuliah. Misalnya, seorang arsitek bekerja sebagai pegawai bank, seorang ekonom bekerja sebagai IT programmer, seorang sarjana pertanian bekerja sebagai auditor dan sebagainya. Namun, dilain sisi, ada seseorang yang sudah diterima bekerja, merasa kebingungan untuk pindah pekerjaan (resign) atau mencari peluang pekerjaan yang lain lagi. Namun, orang bijak mengatakan “Datang tampak muka, pulang tampak punggung”, dengan kata lain Anda harus berpamitan dengan lingkungan kerja Anda yang sekarang, secara baik-baik. Dengan mengundurukan diri secara baik-baik, Anda akan terlihat elegan dan bertanggung jawab, sehingga ada kemungkinan perusahan mungkin akan bersedia memberikan surat pengantar atau rekomendasi, yang kelak bisa Anda jadikan modal/bekal untuk melamar di tempat kerja yang lain. Lalu bagaimanakah cara untuk menyampaikan alasan kepada atasan Anda ketika Anda bermaksud keluar dari pekerjaan Anda sekarang? Boleh jujur, boleh ‘bohong putih’, asal jangan menjelek-jelekan perusahaan/oknum di perusahaan Anda tersebut, semua tergantung pada situasi dan kondisi. Berikut ini Tips Elegan membuat alternatif alasan pindah Kerja:

1. Alasan Melanjutkan Pendidikan. Kondisi ini cocok diterapkan sebagai alasan Anda , apabila perusahaan Anda menetapkan criteria pendidikan untuk jenjang jabatan tertentu dan Anda mentok dengan jabatan Anda karena strata pendidikan yang Anda miliki. Dengan alasan ini, bos Anda akan memahami posisi Anda, dan tidak akan mempersulit proses keluar Anda.

2. Alasan Pengembangan Karir. Alasan pengembangan karir biasanya digunanakan ketika Anda diterima di perusahaan bidang sejenis dengan skala lebih besar, misalnya Anda bekerja di Microsoft dan pindah ke Oracle, atau dari Bank swasta diterima di Bank Indonesia dan sebagainya. Pengembangan karir dan peningkatan kesejahteraan merupakan hak masing-masing pegawai. Jadi tidak ada alasan manager Anda unutk menahan kepindahan Anda.

3. Alasan Keluarga. Alasan ini cocok digunakan ketika Anda bekerja terpisah dengan keluarga, misalnya Anda di Jakarta sedangkan istri-anak di luar Jakarta. Dengan pertimbangannya adalah hubungan keluarga yang menjadi kurang dekat dan biaya rumah tangga yang cukup besar, karena Anda harus menyiapkan biaya tambahan transportasi dan kehidupan sehari-hari Anda di Jakarta.

4. Alasan Melanjutkan Usaha Orang Tua. Dalam hal ini, posisi Anda adalah anak tunggal atau anak lelaki satu-satunya. Anda bisa menyampaikan bahwa usaha orang tuah di rumah perlu kesinambungan dan Andalah satu-satunya yang bisa meneruskannya. Jadi, mau tidak mau Andalah yang harus mengurusi usaha tersebut.

5. Alasan Kesehatan Orang Tua. Alasan mengurusi orang tua yang tinggal di luar kota, merupakan alasan yang luhur dan sangat elegan, karena hal ini menunjukan Anda sebagai anak yang berbakti dan tidak egois. Bos pasti akan bersimpati pada Anda dan proses pengunduran diri Anda tidak akan sulit.



Related Post


  • Tips Etika Resign Kerja Dengan Elegan
  • Tips Bangkit dari Kegagalan Melamar Kerja
  • Tips Mudah Memulai Bisnis Sampingan
  • Tips Menguasai Diri Secara Bijaksana Ketika Dipecat
  • Tips Membuat Kartu Bisnis Elegan/Profesional

  • Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari Tipsanda.com?
    Daftarkan e-mail Anda di bawah ini dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

    Delivered by FeedBurner