Mar
23rd

Kehamilan dan persalinan tak bisa lepas dari berbagai biaya yang harus dikeluarkan . Untuk itu, perlu dipertimbangkan dengan matang biaya-biaya apa saja yang kemungkinan harus Anda persiapkan, bahkan sejak awal kehamilan. Apalagi biaya untuk melahirkan bukan jumlah yang sedikit, terutama untuk menjalani operasi Caesar. Agar semua berjalan dengan lancar, Anda hendaknya mengkalkulasi dan merencanakan biaya persalinan secermat mungkin. Apa saja pos-pos pengeluaran biaya yang menjadi pertimbangan ibu hamil dan calon ayah, simak tips berikut ini:

1. Biaya Pemeriksaan Kehamilan. Persiapkan dana untuk biaya pemeriksaan kesehatan kandungan dan ibu hamil setiap bulannya. Di trimester ketida ata menjelang persalinan, pemeriksaan kadang bisa dilakukan 2 minggu sekali. Yang perlu Anda ketahui antara lain adalah biaya pemeriksaan oleh bidan atau dokter spesialis kandungan, ultrasonografi (USG), suplementasi. Biasanya dana yang harus persiapkan berkisar antara Rp200.000 – Rp500.000/periksa tergantung masing-masing dokter/klinik bersalin/rumah sakitnya.

2. Biaya Membeli Perlengkapan Bayi. Biasanya di trimester ketiga, ibu hamil dan suami “mencicil” kebutuhan atau perlengkapan apa saja yang dibutuhkan untuk sang jabang bayi nanti. Sebut saja misalnya popok, kereta dorong, perlangkapan mandi seperti sabun, sampoo dan sebagainya.

3. Biaya Persalinan. Sebelumnya, pastikan dulu di mana ibu akan melahirkan. Apakah di rumah sakit/klinik umum atau rumah sakit bersalin. Dengan begitu, bisa diketahui berapa perkiraan biaya persalinan di sana. Ibu dan suami dapat bertanya pada bagian informasi mengenai daftar biaya persalinan sesuai dengan ruangan yang diinginkan, apakah VIP, kelas I, II atau III. Serta jenis biaya persalinannya, apakah persalinan normal, normal dengan induksi, normal dengan vacuum atau operasi Caesar. Dana persalinan normal yang harus Anda persiapkan kurang lebih berkisar Rp5 juta sampai Rp7 juta, sedangkan Dana untuk persalinan Caesar kurang lebih berkisar Rp10 juta – 15 juta. Kemudian bila tidak punya kendaraan pribadi, persiapkan alokasi dana untuk anggaran sewa mobil atau taksi sebagai transportasi menuju rumah sakit ketika menjelang persalinan.

4. Siapkan Dana Cadangan. Kalau semua hal di atas sudah dianggarkan, ada baiknya Anda tetap menyiapkan dana cadangan atau dana jaga-jaga untuk mengantisipasi hal-hal di luar dugaan.

5. Biaya Ditanggung Tempat Kerja atau Tidak. Apakah biaya persalinan Anda nanti ditanggung oleh kantor atau tidak? Berapa persen penggantiannya? Dengan mengetahui hal tersebut. Anda jadi dapat memperkirakan berapa Dana yang  mesti dipersiapkan. Sebaliknya, bila Anda tidak diberikan penggantian biaya persalinan maka mau tak mau harus menyiapkan sendiri dana tersebut. Caranya adalah sejak kehamilan (atau sebelum kelahiran), Anda sudah memiliki rekening tabungan. Sisihkan sejumlah dana secara rutin setiap bulannya. Bisa juga  dengan memiliki tabungan atau deposito dengan jangka waktu pendek misalnya 1 atau 3 bulanan. Dengan begitu Anda bisa mengevaluasi, apakah tetap akan menyimpan uang di deposito atau mengambilnya dengan segera apabila diperlukan.

6. Asuransi Kesehatan (ASKES). Satu hal lagi yang perlu Anda pastikan adalah, apakah Anda terdaftar sebagai pemilik asuransi kesehatan (ASKES) atau tidak? Biasanya apabila Anda seorang pegawa negeri sipil (PNS), Anda sudah otomatis terdaftar sebagai pemilik ASKES. Anda bisa mengecek, rumah sakit mana saja, yang menerima dan melakukan penggantian biaya kesehatan bagi pasien yang memegang kartu AKSES. Karena dengan ASKES, Anda dimungkinkan memperoleh biaya penggantian atau keringanan bayar kurang lebih sebesar 20-50%.



Related Post


  • Tips Cermat Memilih Dokter Kandungan
  • Tips Tepat Menghemat Biaya Pernikahan
  • Tips Praktis Merencanakan Keuangan Keluarga
  • Tips Cermat Memilih Jamu Instan
  • Tips Cermat Merencanakan Liburan Hemat

  • Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari Tipsanda.com?
    Daftarkan e-mail Anda di bawah ini dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

    Delivered by FeedBurner