Jul
16th

Tips Bijak Menghadapi Kemarahan Bos

Jul 16th, 2009 | By | Category: Tips Karir

Siapa saja bisa bernasib sial. Dimarahi bos, sedih dan stres setelahnya, bisa dimaklumi. Namun, jangan berlarut-larut. Segera kuasai keadaan dan kembalikan kepercayaan Bos Anda. Kemarahan Bos bukan akhir segalanya. Anda tidak perlu larut dalam suasana ‘sendu’ itu. Anda hanya perlu menetralisir keadaan, berusaha memperbaiki kesalahan dan kembali menghembuskan suasan yang lebih damai. Menurut Patricia Patton, Psikolog dari Amerika Serikat, “Emosi dibalas dengan emosi, akan menjadikan urusan semakin rumit. Jadi cara menghadapi orang yang sedang ‘panas’ adalah dengan cara meningkatkan emotional quotient (EQ) atau kecapakan emosi.” Berikut ini Tips bijak menghadapi kemarahan Bos:

1. Take It Easy. Saat Bos mulai mencecar Anda dengan kemarahannya sebisa mungkin tutup mulut Anda rapat-rapt. Bila ia menyerang Anda, tidak perlu langsung berusaha membela diri. Beri kesempatan pada bos untuk mengemukakan perasaannya. Tahan emosi. Ingat, secara struktur ia berada di atas Anda dan kemarahan atasan pada bawahan, dalam porsi tertentu dipandang wajar. Selama Anda diam dan mendengarkan, komunikasikan perhatian Anda dengan bahasa tubuh. Sampaikan bahwa Anda memang benar-benanr memperhatikan. Berikan tatapan mata yang tenang dan sikap tubuh yang terbuka.

2. Cooling Down. Daripada ikut-ikutan emosi, lebih baik menenangkan diri. Ingat bahwa masalah selalu ada di dunia kerja. Dimarahi bos, salah satunya. Untuk meredam emosi, cobalah bersikat tenang, tarik nafas dalam-dalam dan embuskan perlahan. Tak perlu bersikap demonstratif seperti menunjukan kesedihan atau penyesalan yang berlebihan. Hal ini akan membuat Anda terlihat ‘aneh’. Biasa-biasa saja.

3. Pahami Masalah. Anda boleh saja sakit hati dan kesal karena dimarahi bos. Namun coba pahami penyebab kemarahannya. Tentu bos punya alasan cukup kuat mengapa ia marah. Bahkan bisa ia tidak punya alasan kuat pun, ia punya ‘privilege’ untuk itu. Jika memang Anda melakukan kesalahan, berbesar hatilah menghadapi kemarahannya. Segera perbaiki kesalahan tersebut dan jangan bersikap antipati pada bos. Jangan bebani pikiran bahwa bos sentimen, prasangka ini akan membuat Anda semakin terpuruk dan membenci bos.

4. Berbicaralah Dengan Tenang. Bila saatnya tiba, berbicaralah dengan tenang, jelas dan tegas. Ketenangan Anda akan menurunkan emosi bos. Ambilah masa jeda di antara kata-kata Anda untuk menenangkan bos. Tunjukkan empati Anda tanpa harus membenarkan diri.

5. Jangan ‘Ember’. Wajar jika Anda ingin berbagi keluh kesah dengan rekan setelah dimarahi bos. Namun, hati-hati jangan sembarangan mengadu sana-sini. Pilihlah teman yang tepat untuk mencurahkan perasaan Anda. Jangan terlalu mendramatisir masalah. Ingat biasanya bos punya mata dan terlinga cukup banyak yang dapat menyerap informasi apapun dari anak buahnya.

6. Menebus ‘Dosa’. Jangan lupa, bos memiliki catatan buruk tentang anak buahnya masing-masing, sekali Anda salah di matanya, catatan itu tersimpan ‘rapi’ dalam memorinya. Jika Anda tidak segera mengambil tindakan perbaikan, alamt buruk bagi karir Anda. Maka jangan tunda-tunda melakukan perbaikan. Misalnyalebih disiplin, menepati deadline, dan meningkatkan kualitas kerja Anda. Cara-cara ini dapat mengurangi bobot kesalahan yang terlanjur Anda lakukan.

7. Jaga Komunikasi. Mogok bicara setelah dimarahi adalah sikap yang sangat kekanak-kanakan. Namun, berkomunikasi secara berlebihan juga mengesankan Anda ‘caper’ alias cari perhatian, atau salah tingkah. Ambilah langkah menjaga komunikasi yang efektif. Buat laporan kecil sehubungan dengan pekerjaan atau perbaikan pekerjaan yang tengah Anda lakukan. Biarkan bos mengikuti sikap progresif Anda untuk menebus kesalahan. Jangan sungkan meminta saran dan masukan, agar perbaikan kerja Anda membuatnay puas.

8. Tetap Senyum. Jangan pasang tampang ‘jutek’ di kantor, meski Anda tengah dirundung masalah. Tunukan raut cerah dan senyum Anda. Karena senyum diyakin dapat melunturkan rasa kesal dan marah. Senyum juga menunjukan kelapangan dan kebesaran hati Anda.

9. Jaga Sikap. Di lingkungan kerja mana pun, selalu ada birokrasi yang mengatur kepantasan atau kelayakan karyawannya dan berprilaku, termasuk menghadapi bos yang marah kepada Anda. Jadi jangan lupa menjaga sikap dan prilaku Anda.



Related Post


  • Tips Cepat Mengatasi Rasa Marah
  • 10 Tips Bijak Bertengkar Dengan Pasangan
  • Tips Bersikap Tegar Ketika Si Dia Pamit Menikah
  • Tips Menghadapi Persaingan Di Tempat Kerja
  • Tips Pintar Mengatasi Perilaku Buruk pada Anak

  • Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari Tipsanda.com?
    Daftarkan e-mail Anda di bawah ini dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

    Delivered by FeedBurner