Cinta sejati jelas berbeda dengan gejolak hasrat sesaat. Walaupun masih tampak bedanya -walau samar- namun terkadang masih sulit membedakan antara Mr. Right (Seseorang Yang Tepat) dan Mr. Right Now (Seseorang Yang Saat Ini Ada Disamping Anda). Tak heran jika banyak wanita sengaja mempertahankan hubungan cinta yang sebenarnya semu. Karena mereka beranggapan, daripada capek-capek menghadapi perubahan, maka banyak wanita memilih pasrah dengan pilihan “tak terlalu sempurna” ini, dan mereka pun terjebak dalam keadaan ini sampai sisa masa hidupnya. Sosok Mr. Right tentu tak bisa disamakan dengan Mr. Right Now, karena mereka adalah sesuatu yang sebenarnya sangat berbeda. Berikut ini Tips tepat mengenali ‘Mr. Right‘ Anda:
1. He’s My Dream Man. Tak jarang Anda terbuai dengan ‘sampul luar’ pasangan Anda sehingga kepribadiannya luput dari perhatian. Sehingga, karena takut kehilangan kesempatan emas di depan mata -tentang si dia dengan sosok yang tampan dan menarik secara fisik- maka banyak wanita memilih untuk menerima keadaan dibanding terus berjuang memperloh pria yang jauh lebih berkualitas.
2. We’are So Good With Each Other. Ternyata betapa miripnya kepribadian Anda dengan pasangan bukanlah jaminan mutu bahwa hubungan cinta akan awet selamanya. Secara naluri, setiap orang akan mencari ‘kelompok’ teman atau lingkungan yang memiliki kebutuhan serta tujuan hidup yang sama dengan dirinya. Namun kepribadian yang terlalu sama dengan pasangan, justru akan membuat hubungan cinta jadi cepat membosankan. Selain itu Anda berdua akan selalu merasa benar dan sulit untuk belajar memahami perbedaan yang dimiliki orang lain.
3. He’s Totally In Love With Me. Menurut Peter Hector, pengarang Love No Guarantee, “Tidak adan wanta yang sanggup menolak cinta tulus dari seorang pria. Bahkan banyak wanita menunggu sepanjang hidupnya untuk menemukan seseorang yang akan mencintai dirinya secara utuh”. Namun kenyataannya cinta sejati hanya akan tumbuh jika kedua belah pihak benar-benar saling memberi sekaligus menerima cinta itu.
4. He’s Financial Secured. Hingga detik ini, banyak wanita masih percaya bahwa menikahi seseorang pria yang mapan dari segi finanasial merupakan salah satu cara menggapai kebahagiaan abadi. Bayangkan, kini Anda bisa memiliki berpuluh-puluh sepatu rancangan Manolo Blahnik atau puluhan tas bonia, tanpa menguras isi tabungan Anda. Pada dasarnya wanita mencari calon suami yang mampu membiayai kebutuhan hidupnya yang selama ini tak bisa ia penuhi sendiri. Bagi banyak wanita, status sosial serta kenyaman hidup lebih penting daripada kondisi hati yang sebenarnya mereka rasakan. Pola pikir seperti ini akan membawa hubungan cinta Anda ibarat sebuah bom waktu, yang suatu saat nanti pasti akan meledak. “Karena apapun alasannya, kisah cinta yang hanya bersifat kepuasan materibelaka tak akan pernah langgeng”, jelas Henry Krakow, PhD, pakar cinta asal AS.
5. I Don’t Want To Be Alone. “Wanita sangat takut menjalani hidup sebatang kara” , ujar Nancy Woods, pengarang How To Live With The Difficult Man You Love. Beberapa wanita menganggap dirinya bukanlah apa-apa tanpa kehadiran pria disisinya dalam hidupnya. Meski telah sukses dalam segi karir, pendidikan maupun finansial, banyak wanita tetap merasa gagal jika tidak memiliki sosok suami yang mendampingi sisa hidupnya. Namun perasaan takut tersebut justru terkadang dapat mempengaruhi sikap Anda dalam menjalani hubungan cinta dengan pria. Hasilnya, tak jarang Anda terlibat hubungan cinta yang amburadul. Apalagi seiring dengan bertambahnya usia, Anda pun menjadi lebih gencar untuk mencari pasangan yang memiliki kriteria jauh di bawah rata-rata. Hal terburuk yang seringkali dilakukan wanita adalah menjalani sebuah hubungan cinta yang hanya melahirkan derita hati bagi dirinya.



Leave Comment