Apr
18th

Setelah menikah, kebiasaan-kebiasaan buruk suami yang sebenarnya sepele, membuat Anda sangat terganggu. Sesuatu yang tidak terdeteksi oleh Anda selama masa pacaran berlangsung. Adriana Ginanjar, psikolog dan konsultan perkawinan dari Universitas Indonesia, mengingatkan, jangan sampai ketidaksesuaian yang tidak benar-benar prinsipil menyurutkan semangat Anda menjalani pernikahan. Berikut ini Tips mengenal sekaligus solusi mengatasi hal-hal remeh penyebab pertengkaran:

1. Suka Melarang Ini-Itu. Awalnya, ketika pacara hanya melarang pulang malam ketika pacaran, kemudian melarang Anda bergaul dekat dengan teman laku-laki. Namuns setelah menikah daftar larangannya semakin panjang, seperti melarang Anda mengenakan pakaian tertentu sampai dengan melarang Anda bekerja. Padahal selama ini Anda merasa cukup pandai menjalankan kewajiban sebagai seorang istri dan ibu. Solusi : Seorang istri pada jaman sekarang, harus pandai memanfaatkan celah positif. Jika suami keberatan Anda bekerja kantoran karena kawatir urusan rumah tangga terbengkalai, coba diskusikan beberapa pilihan, misalnya bekerja paruh waktu. Selain itu aktif dalam kegiatan sosial atau menekuni hobi untuk menghasilkan uang, bisa dijadikan pilihan. Kuncinya adalah tunjukan bahwa semua urusanrumah dan pekerjaan, bisa Anda atasi dengan baik.

2. Hobi Keluar Rumah. Kadangkala Suami belum mampu menyesuaikan statusnya saat ini. Sehingga dia masih sering hang-out bersama rekan-rekannya. Atau kadang di hari minggu suami Anda lebih menikmati acara golf bersama temanya, dibandingkan dengan menikmati kebersamaan bersama Anda. Solusinya: Coba tinjau lagi ke belakang, mungkin semasa lajang, suami memang senang menghabiskan waktu di luar rumah. Kalau memang demikian, cobalaha mengajak suami untuk memprioritaskan keluarga. Misalnya dengan cara menawarkan diri untuk mendampinginya di luar jam kantor, agar Anda berdua tetap bisa menikmati waktu bersama.

3. Hobi Pasang Taruhan. Kadangkal ‘kebiasan’ suami semasa bujang masih terbawa sampai sekarang, seperti hobi pasang teruhan bersama teman-temannya, misalnya taruhan ketika nonton bola, F1 ataupun moto GP. Memang uangnya hanya keci, namun Anda mungkin mencemaskan kalau-kalau suami Anda terbius dan benar-benar menjadi seorang penjudi. Solusi: Jika untuk sekedar seru-seruan meramaikan ajang Piala Dunia atau Piala Champion, tentu judi kacangan tersebut tidak perlu dipermasalahkan -walau memang secara agama tidak diperkenankan. Namun kalau telah menjadi aktifitas sehari-harinya, hal itu perlu dipermasalahkan. Pasalnya, seorang penjudi tidak ragu untuk mempertaruhkan harta kekayaan terbesarnya tanpa berpikir panjang. Kebiasaan tersebut tidak boleh diteleransi karena menyangkut masa depan Anda dan keluarga Anda. Bicarakan hal tersebut dengan serius kepada suami, dan berikan jangka waktu untuk menghentikan kebiasaan itu. Jika dalam jangka waktu yang ditentukan tersebut, suami tidak dapat berhenti berjudi,berikan ultimatum. Karena Anda pun punya kekuasaan untuk menyelamatkan keluarga.

4. Selalu Berantakan. Seringkali suami Anda mudah sekali ‘memberantakkan’ rumah yang baru saja Anda bereskan. Baju kotor yang hanya diletakandi sembarang tempat, piring/gelas kotor sisa makanan bergeletakkan di ruang tengah, koran yang tidak dilipat lagi dan berserak begitu saja di tempat tidur, menjadi pemandangan yang menyebalkan. Meski sudah berulang kali diingatkan. Solusi : Menurut Adriana, pada dasarnya kebanyakan pria memang memiliki masalah dengan kerapian. Jika kadarnya masih terhitug wajar, tidak perlu terlalu Anda permasalahkan. Apalagi bila suami selama ini masih menunjukkan sikap baik dalam hal lainnya. Rumah yang tidak rapi tapi penuh kehangatan, tetap lebih baik dibandingkan dengan rumah yang rapi namun tak ada canda tawa di sana. Hindari memaksa suami untuk menjaga kerapian, karena bisa membuatnya tidak merasa nyaman tinggal di rumah sendiri.

5. Lagi-lagi Bohong… Kadangkala suami mengatakanakan pulang terlambat karena lembur/rapat. Namun ternyata, informasi yang Anda dapatkan, suami Anda menhabiskanwaktu dengan happy hour bersama rekan-rekan kantornya. Parahnya kebohongan seperti itu bukan hanya terjadi sekali dua kali. Solusi : Sebelu melakukan tindakan menghakimi suami, Adriana menyarankan agar Anda berintrospeksi terlebih dahulu. Siapa tahu suami lebih senang bohong karena istri lebih sering marah jika suami mengatakan yang sesungguhnya. Karena enggan bertengkar, akhirnya ia mengambil jalan aman, yaitu mengatasnamakan urusan pekerjaan. Solusi terpenting, benahi cara berkomunikasi Anda berdua. Mintalah suami untuk mulai berterung terang dan buktikan Anda bisa tenagn mendengarkan semuanya.

6. Sering Plin-Plan. Awalnya, Suami Anda tidak keberatan ketika Anda mengajukan ijin akan berangkat liburan bersama teman-temanse-unit kerja di kantor, tapi menjelang hari-H, ia berubah pikiran dan melarang Anda untuk turut serta dalam acara piknik tersebut. Atau ketika Anda membutuhkan pertimbangan atau keputusannya, dia berpikir terlalu lama, bahkan kadang tidak ada gagasan bahkan keputusan sama sekali. Solusi: Adriana menyarankan agar Anda mengenali watak suami Anda. Kemungkinan tipe suami seperti itu, tidak terbiasa diberi tanggung jawab mengambil keputusan atau terbiasa santai dalam memilih. Namun, jika menyangkut urusan yang sangat penting, misalnya saatsi kecil sakit, Anda mesti mampu mengimbangi ‘kebiasaan ini’ dengan gesit mengambil keputusan sendiri.

7. Tidak Mandiri. Kadangkala suami terlalu terbiasa dengan kemudahan-kemudahan yang telah Anda tawarkan, seperti urusan rumah tangga Anda yang menyelesaikan, seperti listrik, telepon hingga uang keamanan. Bahkan akhir-akhir ini , misalnya service mobil juga Anda yang melakukan. Parahnya apabila semua hal tersebut diserhakn pada suami, yang ada malah kekecauan, sepert telepon/listrik telat dibayar atau mobil yang tetap ngadat. Solusi: Menganggapi hal semacam itu, Anda hendaknya meneliti kembali pola asuh di keluarga suami. Apakah ia memang terbiasa dimanja? Jarang sekali kebiasaan buruk pria secara tiba-tiba menjadi baik. Untuk menghadapi kasus ini, cobalah bersikap tegas terhadap suami. Ajak sami untuk mulai berbagi tugas, sehingga masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.



Related Post


  • Tips Mudah Mendinginkan Suasana Pertengkaran
  • 10 Tips Bijak Bertengkar Dengan Pasangan
  • Tips Mengatasi Penyebab Temperatur Mesin Panas
  • Tips Jitu Mengatasi Menangis Di Kantor
  • Tips Mengatasi Hal-Hal Sepele Seputar Bulan Madu

  • Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari Tipsanda.com?
    Daftarkan e-mail Anda di bawah ini dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

    Delivered by FeedBurner