Feb
10th

Menghitung masa subur sangat penting untuk memperhitungkan saat yang tepat untuk hamil atau mencegah kehamilan. Anda tahu kapan waktu yang terbaik untuk melakukan hubungan seks dengan pasangan. Kemungkinan hamil pada masa subur sangatlah besar. Masa subur adalah waktu di mana sel telur dikeluarkan oleh ovarium sampai masa sel telur berada di saluran tuba fallopi (saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim). Kehamilan sebagian besar terjadi saat sperma bertemu dengan sel telur di saluran ini. Namun, cukup sulit menentukan masa subur ini, karena masa subur dipengaruhi oleh hormon. Sedangkan produksi hormon ditentukan oleh hormon pemicu yang dikeluarkan otak. jadi bila ada sesuatu yang menggangu otak, stres misalnya, maka produksi hormon akan ikut terganggu. Akibatnya, masa subur bisa terlambat atau bahkan terjadi lebih awal. Beberapa Tips berikut ini dapat dipergunakan untuk menghitung masa subur Anda:

1. Suhu Badan Yang Meningkat. Suhu badan menjelang dan sesudah ovulasi cenderung meningkat. Hal ini disebabkan oleh pengaruh hormon progesteron. Kenaikan suhu badan ini sekurang-kurangnya sebesar 0,2 derajat celcius.

2. Lendir rahim Yang Menggenang. Saat menjelang ovulasi, hormon estrogen meningkat dan mencapai puncak pada saat ovulasi. Hal ini memberi pengaruh pada lendir rahim. Menjelang ovulasi lendir rahim menjadi agak encer dan bila diraba dengan 2 jari dapat membentuk jala (membenang). Mungkin sebagian besar perempuan mengira lendir ini berasal dari vagina, padahal sebenarnya berasal dari rahim. Kondisi ini sangat berguna untuk menangkap dan memudahkan sperma bergerak menuju sel telur.

3. Nyeri Pra-Haid. Umumnya perempuan akan mengalami rasa nyeri pada pertengahan siklus haid. Hal ini menjadi petunjuk bahwa dia sedang berada pada masa subur.

4. Sel-Sel Vagina Yang Berubah. Dengan mengambil sedikit cairan dari dinding vagina, dapat ditentukan bentuk sel-sel vagina yang mengarah pada ciri-ciri masa subur. Pemeriksaan ini dikenal dengan nama sitologi vagina hormonal. Bentuk sel, warna plasma sel, bentuk inti sel, dan jumlah leukosit tertentu menjadi indikator untuk menentukan masa subur.

5. Biopsi Endometrium. Endometrium merupakan lapisan terluar dari rahim. Dengan mengambil sedikit jaringan endometrium, dapat ditentukan apakah kondisi endometrium berada dalam masa subur atau tidak. Salah satu indikatornya adalah aktivitas sekresi. Jika endometrium mengeluarkan cairan (sekresi) maka perempuan tersebut berada dalam masa subur dan sebaliknya. Tetapi cara ini telah ditinggalkan setelah penemuan Ultrasonografi (USG).

6. Memeriksa Kadar Hormon. Kejadian ovulasi ditentukan oleh hormon- hormon. Hormon yang berperan penting adalah FSH (Follicle Stimulating Hormone), LH (Luteinizing Hormone), Prolaktin, Estrogen, dan Progesteron. Dengan mengambil darah dari vena tangan, kadar hormon didalam darah tersebut dapat dihitung lalu dibandingkan dengan ukuran standar. Sehingga dapat disimpulkan apakah kadarnya sudah berada didalam kadar masa subur atau belum.

7. Menghitung Tanggal. Perhitungan tanggal cukup mudah, namun perlu diperhatikan bahwa kadang-kadang siklus ovulasi setiap perempuan berubah-ubah. Akibatnya, lama waktu sejak menstruasi pertama ke menstruasi berikutnya turut berubah. Cara ini juga tidak cocokbagi perempuan yang mempunyai periode menstruasi yang tidak teratur. Bila perempuan mempunyai periode menstruasi yang teratur, cara ini cukup efektif. Misalnya seseorang yang periode menstruasinya 28 hari. Bila haid terakhir terjadi pada tanggal 1 januari, maka diperkirakan haid selanjutnya terjadi pada tanggal 28 Januari.Ovulasi merupakan masa ditengah-tengah periode menstruasi, sehingga perkiraan waktu ovulasi adalah tanggal 14 Januari. Masa subur adalah 2 hari sebelum dan sesudah ovulasi. Dengan demikian, masa subur berada pada kisaran 12-16 Januari.

8. Ultrasonografi (USG). USG dapat melihat gambaran indung telur atau ovarium. Bila perempuan berada pada masa ovulasi, akan dapat dilihat folikel yang akan pecah. Folikel adalah semacam kantung tempat sel telur berada. Bila folikel matang, ia akan pecah dan mengeluarkan sel telur. Cara ini cukup mudah untuk memperkirakan masa subur dengan tepat.

9. Laparoskopi Diagnostic. Cara ini memerlukan bius total. Dengan cara ini dapat dilihat folikel dan dinding rahim. Selain itu, cara ini dapat digunakan untuk melihat tuba fallopi atau kelainan-kelainan lain di ovarium. Biasanya cara ini digunakan bagi perempuan yang sulit mempunyai anak. Sehingga perlu dilakukan pengambilan atau penanaman sel telur didalam dinding rahim.



Related Post


  • Tips Merencanakan Jenis Kelamin Anak Sesuai Dengan Keinginan
  • Tips Cermat Bagaimana Mempersiapkan Dana Pensiun
  • 3 Fakta Ilmiah Tersembunyi Seputar Selingkuh!
  • Tips Cepat Menghitung Anak Tangga Ala Feng Shui
  • Tips Cermat Merencanakan Pernikahan Outdoor

  • Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari Tipsanda.com?
    Daftarkan e-mail Anda di bawah ini dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

    Delivered by FeedBurner