Feb
3rd

Betapa nikamatnya di saat penat pulang dari kerja, jalan-jalan, liburan atau belanja dari mall Anda duduk di sebuah ruangan kemudian menekan remote control AC. Beberapa saat kemudian Anda akan menikmati udara sejuk dan penat pun hilang. Namun Anda harus jeli dalam memilih sebelum membeli AC. Jeli dalam arti awet penggunaannya serta efisien kebutuhan listriknya. Berikut ini adalah tips jeli dan teliti dalam membeli AC:

1. Kapasitas AC. Perhatikan kapasitas sebuah AC yang tercantum dalam BTUH (British Thermal Unit Per Hours). Satuan BTUH tersebut menentukan kapasitas sebuah AC menarik/menyerap panas dalam satu jam. Karena pada dasarnya AC bekerja dengan cara menarik panas dari ruangan dan bukan mendinginkannya, jadi sebutan yang tepat untuk AC adalah penyerap panas, bukan pendingin ruangan.

2. Hitung daya kapasitasnya. Menurut konversi unit satuan 1 PK = 2.544 btu/h = 746 watt. Unit AC yang memiliki kapasitas yang lebih besar tidak selalu lebih baik karena unit yang terlalu besar tidak akan mendinginkan area secara seragam. Pada beberapa jenis air conditioner, unit yang terlalu besar akan mendinginkan udara terlalu cepat yang akan menyebabkan air conditioner akan hidup dan mati lebih sering. Hal ini menyebabkan boros listrik dan uang. Sebagai tambahan, unit yang terlalu besar tidak akan beroperasi cukup lama untuk mengurangi kelembaban, bukannya membuat udara lebih nyaman, udara akan malah akan terasa “beku” dan “basah” pada pengaturan thermostat normal. Sebaliknya, Anda harus menghindari membeli unit AC yang terlalu kecil. Kapasitas AC yang tidak cukup akan terus-terusan beroperasi namun tidak mampu mendinginkan udara secara optimal. Dalam mengukur kebutuhan AC untuk rumah Anda, pertimbangkan ukuran ruang dan bagaimana ruang tersebut digunakan.

3. Tentukan merk AC dan jangan tergiur dengan harga yang murah. Di pasaran, Anda akan menemukan AC 1/2 PK merk tertentu yang konsumsi dayanya hanya 340 watt, sementara AC 1/2 PK merk lain konsumsi dayanya 800 watt. Misalnya AC 1/2 PK merk A konsumsi dayanya 355 watt dengan harga beli Rp 2.400.000,-, sedangkan AC merk B konsumsi dayanya 800 watt dengan harga beli Rp 2.000.000,- dan dua-duanya memilki kapasitas yang sama yaitu 5000 btu/h. Bila hanya dengan melihat harganya, Anda tentu akan memilih AC merk B yang harganya lebih murah. Namun kalau Anda mau sedikit berhitung, selisih daya 800W-355W = 445 Watt, jadi harus Anda bayar lebih mahal di setiap bulannya. Kalau kita asumsikan sehari AC dihidupkan 8 jam dan harga per kWh PLN = Rp 600 maka per harinya Anda sudah membayar 0.445 kWh x 8 jam x RP 600,- = Rp 2.136 lebih mahal. Dengan demikian dalam sebulan Anda harus membayar dengan selisih 30x Rp 2.136 = Rp 64.080,- lebih mahal. Secara gampang tanpa bermaksud berpromosi, AC yang sudah cukup teruji efektif dan efisien serta sesuai dengan kapasitas performansi yang ditawarkan adalah merk Sharp, Panasonic dan Daikin.

4. Pertimbangkan Fitur-Fitur AC yang Ditawarkan sesuai dengan Kebutuhan. Ada banyak fitur yang ditawarkan oleh AC, diantaranya adalah Auto Switch-off, Inverter, Plasmacluster dan yang terbaru adalah Alleru Buster. Pada dasarnya semua fitur adalah bagus, namun tentu saja hal ini berdampak pada harga dan konsumsi listrik di tempat Anda. 1) Auto Switch-Off. AC dengan fitur auto switch off adalah AC yang otomatis akan mati apabila suhu standart telah tercapai. Misalnya, Anda menset suhu standar pada 25 derajad celcius, maka AC akan berhenti bekerja ketika suhu di kamar telah mencapai suhu standar tersebut, dan akan mulai bekerja kembali ketika suhu melebihi 25 derajad celcius. AC dengan fitur ini cocok untuk tipe AC kecil (1/2 PK) dengan ruangan kecil (3 x 3 meter persegi). Karena angkatan daya listrik pertama ‘hanya’ 320 Watt, selebihnya untuk penyesuaian dengan suhu standar AC ini hanya akan menyedot daya 30% dari 320 Watt yaitu sekitar 96 Watt. 2) Inverter. AC dengan fitur Inverter memiliki sistem kerja yang lebih cerdas di banding AC Auto Switch-off. Hanya saja AC jenis ini hanya tersedia dalam ukuran besar, yakni di atas ¾ pk (Sharp) dan di atas 1 pk (Panasonic), dan lebih cocok untuk ukuran kamar di atas 4 x 4 meter persegi. Sebagai gambaran perhitungan, angkatan pertama daya listrik AC dengan fitur ini adalah 900 watt (untuk AC kapasitas 1 pk) dan setelah suhu standar tercapai, AC ini tidak berhenti beroperasi layaknya fitur Auto Switch-off namun tetap bekerja dengan daya separuhnya, yakni berkisar 225 watt. 3) Plasmacluster. Fitur ini merupakan teknologi disinfeksi udara yang dengan system kerja menyemburkan plasma yang menghasilkan dan memancarkan ion positif dan negatif yang sama seperti yang ada di alam. Fungsinya adalah menekan virus di udara, dan menghancurkan serta membersihkan alergen seperti kotoran tungau debu, dan tungau debu mati, membersihkan jamur di udara dan menekan perkembangbiakan jamur yang menempel. Plasmacluster merupakan teknologi asli dari Sharp. 4) Alleru Buster. Tidak jauh berbeda dengan fitur Plasmacluster, fitur Alleru Buster –yang melekat pada filter AC- memberikan kemampuan pada AC untuk menghancurkan kuman-kuman bird flu, SARS, influenza dan virus lainnya yang berada di udara. Alleru Buster merupakan teknologi asli dari Panasonic.

5. Mengukur Efisiensi AC terhadap Kebutuhan Listrik. Ketika memilih diantara merk-merk AC dengan harga, kapasitas dan fitur yang kurang lebih sama, efisiensi energi listrik dapat dijadikan sebagai faktor pembeda. Pada brosur produk AC merk Panasonic, Anda akan menemukan parameter EER (Energy Efficiency Rating) sedangkan pada produk AC merk Sharp, Anda akan menemukan parameter COP (Coefisien of Performance). Pada dasarnya kedua parameter tersebut sama, karena EER = COP x 3,41. Secara praktis Anda bisa menentukan tingkat keefisienan AC Anda apabila EER berada di atas angka 12, atau COP diatas angka 3,5. Sehingga semakin tinggi nilai EER/COP, maka AC Anda semakin efisien dalam penggunaan daya listrik. Meskipun unit AC yang lebih hemat listrik harganya lebih mahal, tetapi mungkin itu adalah pilihan yang terbaik.

6. Perhatikan Letak Pemasangan AC. Suhu udara yang dikeluarkan oleh AC akan sangat tergantung dari panas ruangan. Faktor yang mempengaruhi panas ruangan antara lain luas ruangan, luas dinding, bahan pembuat dinding, jumlah lampu, jumlah penghuni ruangan, arah kedatangan sinar matahari dsb.

7. Memilih jenis AC. Berdasarkan jenisnya ada 4 jenis AC yang sering dipergunakan pada rumah tangga yatiu split, window, cassette dan Standing AC. 1) AC Jenis Split memisahkan bagian ‘ruang dalam’ (indoor) dengan ‘ruang luar’ (outdoor). Noise yang dihasilkan ketika pendingin bekerja menjadi lebih lembut karena letaknya yang terpisah. Cocok untuk ruangan yang membutuhkan ketenangan, seperti ruang tidur, ruang kerja atau perpustakaan. 2) AC Jenis Window, biasanya meletakkan posisi indoor dan outdoor bersatu dalam sisi yang berlawanan. Biasanya dipilih karena pertimbangan keterbatasan ruangan, sepreti pada rumah susun. Dan oleh karena bentuknya yang biasanya besar, jenis AC ini relatif lebih aman dari pencurian. 3) AC jenis Cassette, cenderung lebih sulit dalam pemasangannya. Biasanya cocok untuk dipasang di sebuah gedung bertingkat (berlantai banyak). 4) Standing AC. Jenis AC ini cocok dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan situasional dan mobile karena fungsinya yang mudah dipindahkan, seperti seminar, pengajian outdoor dsb.



Related Post


  • Tips Praktis Menghitung Kebutuhan AC untuk Ruangan
  • Tips Cerdas Memangkas Pengeluaran Bulanan
  • Tips Sukses Memulai Bisnis Pusat Jajan Serba Ada (Pujasera)
  • Tips Jitu Membeli Dolar
  • Tips Menjadi Pria Berpenampilan Metroseksual

  • Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari Tipsanda.com?
    Daftarkan e-mail Anda di bawah ini dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

    Delivered by FeedBurner