Dec
17th

Pelembab sangatlah besar manfaatnya untuk kulit. Karena dengan menggunaan produk ini, Anda membantu kulit untuk tetap lentur dan menjaga kadar airnya untuk melindunginya dari bahaya kekeringan (dehidrasi). Berikut ini tips untuk memilih pelembab yang sesuai dengan kulit agar tercapai hasil yang optimal:

1. Kulit Yang Mengkilap. Hal ini menandakan kulit Anda merupakan jenis berminyak. Karena kilap yang timbul adalah hasil dari kerja sebum (kelenjar) minyak yang berlebihan. JIka kulit Anda berminyak dan Anda tinggal di daerah beriklim panas, maka Anda boleh saja tidak menggunakan pelembab pada kulit. Sebab, sebum tersebut sudah cukup menjaga kelembaban dan kelenturan kulit. Menggunakan pelembab biasa justru akan membuat kulit semakin nampak berminyak dan akibatnya adalah terjadinya penyumbatan pori-pori.

Jika kulit Anda berminyak dan tinggal di daerah dingin (maupun sering berada di ruang ber-AC), kemungkinan kulit Anda akan sedikit terasa kering di beberapa bagian. Misalnya di sisi hidung, bawah dagu dan seputar garis rambut. Gunakan pelembab hanya di bagian yang terasa kering dan gunakan jenis pelembab tanpa minyak (oil-free)

2. Kulit Berjerawat. Jika Anda menggunakan pelembab dan tidba-tiba kulit Anda berjerawat, kemungkinan pelembab yang Anda gunakan tersebut terlalu berat untuk jenis kulit Anda. Cobalah pelembab lain dengan tekstur yang lebih ringan. Misalnya, Anda menggunakan pelembab dalam bentuk krim. Nah, gantilah menggunakan jenis pelembab berbentuk lotion ata gel. Yang harus diperhatikan ketika kulit menjadi berjerawat adalah jangan langsung meninggalkan pelembab sama sekali. Karena kemungkinan kulit menjadi kering akibat penggunaan obat anti jerawat. Gunakan pelembab tekstur ringan dan bebas minyakhanya pada bagian yang terasa kering.

Selain mengganti tekstur pelembab, cermati pula labelnya. Jika pada label tercantum ‘water-based’ berarti produk pelembab tersebut menggunakan bahan air sebagai dasarnya dan bukan minyak. Itu artinya adalah jenis pelembab tersebut sesuai untuk kulit yang berjerawat. Kalimat lain yang patut dicermati di kemasan adalah ‘non-comedogenic’ yang berarti kecil kemungkinannya untuk menutup pori-pori.

3. Kulit Yang Selalu Kering. Jika kulit selalu terasa kering dan bahkan terasa perih dan ketat, maka kemungkinannya adalah pelembab yang Anda gunakan tidak cukup mengandung bahan pelembab. Atau, tidak cukup untuk mengganti kadar air yang hilang dari kulit. Ganti pelembab dengan jenis pelembab lain yang teksturnya lebih berat, seperti krim. Jika masih terasa kering, di malam hari, barengi penggunaan krim tersebut dengan penggunaan pelembab dalam bentuk serum. Sekali lagi, jika Anda tinggal di daerah panas, kemungkinan pelembab lotion pun sudah cukup. Hany, gunakanlah dalam frekuensi yang lebih sering dan pilih yang khusus untuk kulit kering.

Cermati kekeringan kulit Anda. JIka kekeringan tersebut tidak hilang dengan pelembab biasa, malahan disertai dengan mengelupasnya kulit yang menyerupai sisik dan warna kemerahan, kemungkinan hal tersebut adalah sejenis peyakit kulit yang disebut dengan psoriasis. Hal ini tidak dapat diatasi dengan pelembab biasa, malahan dengan pelembab biasa akan membuat kondisi semakin parah. Konsultasikan ke dokter untuk mengatasinya.

4. Kulit Yang Mudah Alergi. Jika kulit menjad kering disertai dengan rasa panas maupun bercak kemerahan, maka itu adalah salah satu tanda dari reaksi alergis yang timbul pada kulit. Hal ini biasanya terjadi pada kulit yang termasukjenis kulit sensitif (peka). Kulit sensitif dapat menderita reaksi alergi terhadap semua jenis bahan yang terdapat pada pelembab.MIsalnya, bahan pewangi, pewarna, pengawet dan sebagainya. Untuk itu, gunakan pelembab yang di khususkan untuk kulit sensitif.

Selain bahan-bahan tersebut, kandungan lain yang dalam pelembab yang banyak menyebabkan reaksi alergis adalah bahan tabir surya sepert PABA, avobenzone maupun cinnamates. Jika Anda ingin melindungi kulit dari pengaruh buruk matahari sekaligus ingin menghindarkan kulit dari kemungkinan timbulnya reaksi alergi, pilihlah tabir surya dengan label bertanda ‘PABA-Free‘ atau tabir surya yang mengandung bahan yang kecil kemungkinan alerginya seperti titanium dioxide dan zinc oxide. Alternatif lain adalah menggunakan pelembab yang sekaligus mengandung bahan tabir surya, sehingga Anda tidak menggunakan terlalu banyak produk kulit wajah. Semakin sedikit bahan yang Anda gunakan pada wajah, semakin baik.

5. Pengecekan Kesesuaian. Terlepas dari jenis kulit Anda, sebelum adan membeli pelembab, cobalah sedikit pada leher maupun pipi dan sermati reaksi kulit Anda. Jangan menjadikan harga sebagai patokan, karena harga yang mahal belum tentu menjamin bahwaproduk tersebut pasti sesuai untukjenis kulit Anda.



Related Post


  • Tips Sederhana Merawat Kulit Wajah Kering
  • Tips Praktis Tata Rias Wajah
  • Tips Rahasia Mencukur Bulu Ketiak (Underarms)
  • Tips Mengenal Macam-Macam Lulur dan Khasiatnya
  • Tips Mudah Mengatasi Stres Pada Kaki

  • Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari Tipsanda.com?
    Daftarkan e-mail Anda di bawah ini dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

    Delivered by FeedBurner